Monday, June 1, 2009

In Memoriam: my beloved grandmother

Sabtu kemarin adalah hari yang cukup gelap untuk keluargaku. Nenek, ibu, dan saudara kami tercinta dipanggil Tuhan. Dia adalah nenek dari mamaku. Dia meninggal setelah sekian lama menderita sakit diabetes, dan terakhir stroke menyerangnya. Meski sudah lama dia dalam kondisi sakit, kepergiannya tetap membuat kami semua terpukul..

Sampai sekarang aku masih sedih, dan menangis tiap kali mengingat kenangan-kenangan dengan nenekku. Bukan, bukan aku tidak bisa menerima kepergiannya. Aku yakin, setiap orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, akan kembali ke pangkuanNya ketika orang itu meninggal. Sekarangpun aku yakin, nenek sudah ada bersama Tuhan Yesus, bahagia di surga. Tapi, yang membuat aku selalu menangis tiap kali mengingat dia, adalah sikapku di hari-hari terakhirnya. Aku tidak memberikan perhatian terbaikku kepadanya.

Sebulan terakhir nenek memang sengaja dipindahkan dari rumahnya ke rumahku, supaya dia bisa mendapat perawatan yang lebih baik. Minggu-minggu pertama aku masih sering menyapanya, berbincang bersama. Tapi, dua minggu terakhir, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, sibuk dengan kegiatan-kegiatanku. Setiap hari aku pulang malam, pagi-pagi sudah berangkat. Aku hanya sempat menyapanya untuk pamit berangkat, dan untuk pamit tidur (karena pulang malam, dan sudah terlalu capek). Aku bahkan sempat ngomel ketika sikapnya tidak kooperatif terhadap perawatan kami. Memang, beberapa tahun terakhir ini, nenek menjadi lebih murung dan cenderung fatalis (karena kepingin segera dipanggil Tuhan). Bagiku yang masih muda ini, pikiran-pikiran seperti itu konyol dan justru melemahkan fisik maupun mental. Karena itu, aku sering jengkel ketika sikapnya tidak kooperatif. Sekarang aku menyesal, kenapa waktu itu aku kurang sabar....

Sekarang, setelah nenek sudah tiada, aku hanya bisa mengenang masa-masa yang pernah aku lewati bersamanya. Dulu, ketika aku kecil, aku sekeluarga tinggal bersamanya di rumahnya. Nenek adalah tempat pelarian sekaligus perlindungan saat orangtuaku memarahiku. Setelah kami pindah rumah, kunjungan nenek adalah saat-saat menyenangkan bagi aku dan adik-adikku. Dia sangat memanjakan kami bertiga. Baginya, kami adalah cucu-cucu kesayangan dan kebanggaan. Dia seorang wanita hebat yang jago masak dan menjahit. Mama dan aku sudah mengoleksi tiga buku resep darinya. Baju-baju mamaku di masa mudanya kebanyakan adalah hasil pekerjaan tangannya...Di masa tuanya, ketika aku mulai berpacaran dengan Anton, dan orangtuaku masih belum menyetujui hubungan kami, Nenek adalah orang yang tak pernah berhenti mendukung dan menyemangati kami. Awal tahun 2008, ketika mama sudah menyetujui hubungan kami, Nenek termasuk salah satu orang yang sangat bahagia. Waktu itu sambil berbaring, dia berkata, "Ayo, kapan meritnya? Nanti keburu nenek nggak ada..." Waktu itu aku hanya menyahutinya dengan gurauan..."Ngapain mikir gitu? Masih lama kok, dan pasti nenek masih hidup.." Tapi ternyata kehendak Tuhan memang berbeda..Tuhan memanggilnya sebelum sempat melihat cucunya menikah.

Kemarin, saat kebaktian tutup peti, aku menyanyikan lagu "Di Doa Ibuku". Lagu yang hanya pernah kunyanyikan tiga kali: saat aku wisuda, kebaktian penghiburan omanya Nia, dan kemarin. Aku tak bisa menahan tangisku dalam nyanyianku. Aku sadar, aku menjadi seperti yang sekarang pun, tak lepas dari doa-doanya...Hanya, aku masih menyesali sikap-sikap burukku padanya selama ini..Aku masih merasa belum cukup membalas kasih sayangnya padaku...

Setiap kali aku pulang dan terlalu capek, aku hanya menyapanya sekilas, sambil berpikir, besok aku akan mengajaknya ngobrol. Tapi 'besok' itu selalu tertunda menjadi besoknya lagi, besoknya lagi, sampai...tidak akan pernah ada hari esok untuknya, untuk kami...Sekarang aku sungguh menyesal.. Sepenggal lagu Ronan Keating selalu membuatku teringat padanya, dan membuat air mataku mengalir...So tell that someone that you love. Just what you're thinking of if tomorrow never comes.

So friends, tunjukkan kasih kalian kepada orang-orang yang kalian kasihi, selagi masih ada kesempatan..
Jangan tunda lagi, karena waktu kita sangat terbatas...sebelum semua terlambat dan tidak ada kesempatan lagi...

Goodbye grandma...I just want you to know that I love you so much, though sometimes i didn't show it...thanks for your love, caring, and prayer... Of course, I'm gonna miss you (oh, i miss u already..), but I know that u're saved peacefully in His arms now ..in a place that u won't feel pain anymore..in a place that full of true love and caring...

3 comments:

dita said...

so sorry to hear that Miss Desy..

nie said...

turut berduka cita ya Des..

joanne said...

turut berduka cita Des...
sedih banget...