Monday, September 14, 2009

Saat Aku Merasa Kehilangan (Part I)

Duka karena kehilangan seorang anggota keluarga untuk selamanya baru kualami pertama kalinya saat nenekku meninggal 30 Mei lalu. Sebelumnya tentu ada anggota keluarga besarku yang meninggal, tapi aku masih terlalu kecil waktu itu, dan aku juga tak terlalu dekat dengan mereka.

Sampai saat ini, aku masih sering sedih kalau mengingat nenek. Sering aku memimpikannya saat aku merindukannya. Setiap kenangan (barang, tempat, lagu, makanan) yang membawa ingatanku padanya, selalu membuatku menangis. Aku tak pernah melupakan kenangan masa kecilku bersamanya. Aku tak pernah melupakan kunjungan-kunjungannnya ke rumahku, saat kami sudah berpisah rumah dengannya. Aku tak pernah melupakan tahun-tahun terakhir saat dia bergulat dengan sakitnya. Aku tak pernah melupakan hari-hari terakhir, bahkan detik-detik terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Sampai saat ini, aku belum berhenti menyesal, banyak hal yang belum kulakukan untuknya. Yeah, regrets come too late. Padahal, segudang kenangan yang kumiliki tentangnya, membuatku sadar, betapa banyak yang sudah dilakukannya untukku. Minggu lalu, saat aku mengunjungi makamnya, aku sangat berharap Tuhan memundurkan waktu, sehingga aku bisa menebus setiap kesempatan yang dulu kusia-siakan atau kulewatkan.

Aku tahu, semua penyesalan dan air mataku tidak akan menghidupkannya kembali. Lagipula, aku percaya, saat ini dia sudah tenang di tangan Bapa. Hanya, sikapku sendirilah yang membuatku tak habis menyesal. Terlalu banyak kesempatan yang kulewatkan, terlalu banyak hal yang belum kulakukan untuknya.

Anton bilang, jangan sampai kami mengulangi kesalahan yang sama. Saat ini kami masih dikelilingi orang-orang yang kami sayangi, dan kami harus memakai setiap kesempatan untuk menyatakan rasa sayang kami pada mereka. Sebelum waktu berlalu cepat, dan yang tersisa hanyalah penyesalan..

Jadi, bagaimana denganmu teman? Waktu tak pernah berjalan mundur..Jangan sampai penyesalan datang saat kau sudah kehilangan yang kaucintai.

3 comments:

Valen-CIA said...

ya.. saya jg baru merasakan pertama kalinya..kehilangan anggota keluarga dekat scr silsilah. kakek dari mama saya. meski rasa kehilangan saya g segede miss.. soalnya sy memang g terlalu deket.. tp kejadian itu buat saya bener2 mikir lagi.. bahwa akhir hidup seseorang itu betul-betul real, juga tidak bisa diduga waktunya. dan betul.. jangan sampe ada regret deh.. *specially i am not used to express a love directly in my big family.. i guess i need to learn a lot to try. :)

Reth said...

Nit,
i'm crying to read your post T_T
karena jujur, aku juga merasakan sama seperti yg kamu rasain. Pertama kalinya ditinggal seseorang yang kita kasihi dan sangat dekat dengan kita untuk selamanya, and in this case our grandma.

Nyesek ya rasanya dihimpit ma penyesalan2 yang tiba2 muncul dihati...
hixs :(

But,
be strong ya Nit, dia sudah tenang bersama dengan Bapa disana, ga perlu kuatir lagi

Desi said...

@ valen & reth:
yah, aku sampai sekarang masih sering nangis karena mengenang beliau. bukan hanya karena kangen atau mengingat, tapi lebih banyak karena menyesal. rasanya banyak yang belum sempat aku lakukan/berikan untuknya...

sekarang tanggungjawab kita memang pada orang-orang yang masih hidup. jangan sampai kita menyesal lagi...