Sunday, January 25, 2009

Siap nggak?

Kemarin sempat ngobrol tentang AFTA (Asean Free Trade Area) sama Anton. Negara-negara Asia Tenggara ini kan rencananya tahun 2010 masuk era perdagangan bebas. Ekspor-impor tanpa bea cukai lagi (enak dong, barang impor makin murah!), makin bebasnya PMA masuk plus tenaga-tenaga kerja asingnya. Hm, ngobrol sana-sini...tiba-tiba teringat judul tulisan Tanri Abeng di Campus Asia Magazine edisi Desember lalu. Judulnya, "Are we really ready for AFTA?"

Well, pertanyaan yang cukup menohok kan? Dan tentunya cukup mengkhawatirkan, mengingat kondisi Indoenesia ini masih carut marut di mana-mana (meskipun Wapres Jusuf Kalla yang 'tercinta' itu selalu mengatakan kalau ekonomi negara ini sedang maju, berkembang, bagus, blablabla...). Tapi jujur saja, apa Indonesia sudah siap memasuki AFTA? Apa kita bisa bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara yang lain. Oke, barang impor jadi murah, dan kita makin cinta barang impor. Tapi masalahnya, bagaimana dengan ekspor kita? Indonesia selama ini lebih banyak jadi importir ketimbang eksportir! Bagaimana jadinya kalau kita terus-menerus beli tanpa bisa jual? Itu baru dari sektor industri dan perdagangan. Bagaimana dengan pendidikan? Pariwisata? Wah, jadi sedikit pesimis deh...

Lama ngobrol tentang itu, tiba-tiba terpikir pertanyaan baru olehku. Apa caleg-caleg dan capres-capres yang seabreg itu sadar tentang ini ya? Jangan-jangan mereka malah nggak sadar (atau nggak tahu?) kalau tahun depan kita sudah masuk AFTA? Jangan-jangan goal akhir mereka hanyalah duduk di kursi jabatan, bangga, kipas-kipas dan leha-leha? Jangan-jangan....yah, memang begitulah!

Friday, January 23, 2009

Realita Kehidupan

Hari ini...

saya belajar, ternyata memang tidak mudah bagi seorang manusia untuk mengakui kesalahannya...

saya sadar bahwa kulit muka manusia ternyata bisa menjadi ‘tuhan’ buat manusia itu sendiri..

saya melihat bahwa masih ada orang yang rela membiarkan orang lain menjadi korban untuk menyelamatkan ego dan pridenya...

Dan...

saya harus mengakui (meskipun heran), masih ada banyak Pontius Pilatus di dunia ini....

Guru atau Pacar

2 hari yang lalu saya baru ribut sama pacar tercinta. Ups!

Bermula dari Anton cerita tentang satu masalah di kantor, dan setelah mendengar cerita itu, Nita kemudian kasih komen, "Oh..seharusnya kamu bla bla bla bla...."
Anton lalu menyahut dengan peryataan-pernyataan defensif...yang kemudian membuat Nita jadi jengkel.

Akhirnya Nita pun menyatakan protes, kenapa sih kok defense terus? Dan Anton menjawab, "Karena aku nggak suka digurui."

Hm, so that's the point! Pria tidak mau digurui karena mereka punya pride. Sikap menggurui, apalagi kalau keluar dari pasangan mereka, akan membuat mereka merasa tidak berguna, diremehkan dan dianggap tidak becus menjalani hidup.

Yeah, ini bukan untuk pertama kalinya kami ribut tentag hal ini. Tapi masalahnya, Nita sebenarnya tidak pernah bermaksud untuk menggurui atau tidak respek dan meremehkan Anton. Tapi itu refleks! Well, I'm a lecturer, rite? Kebiasaan yang sudah mendarah daging adalah bicara tentang benar salah. Kalau ada sesuatu yang tidak semestinya, Nita akan cenderung langsung menyatakan bahwa itu salah, yang benar seharusnya begini. Itu natur, tanpa ada maksud untuk menggurui.

Masalahnya, kebiasaan itulah yang tidak bisa diterima oleh Anton. Dia pria, dan dia lebih suka diberi pertimbangan daripada diberitahu mana yang salah dan mana yang benar.

Jadi? Hehehe...kami sudah baikan sih...cuman memang kami mesti terus belajar saling memahami lagi, saling menerima juga...hehehe...
Yah, inilah yang namanya pacaran....kita selalu BELAJAR!! Semangat!

Wednesday, January 7, 2009

Hepi Nu Year!

Wah, sudah lama rasanya nggak menyentuh blog ini..maapkan saya :'(

First of all, HEPI NU YEAR to all of you!!

Hm, benernya sih masih bingung mau nulis apa, soalnya masih belum ada ide...

Humm..

Humm..

*siiiing*

tetap tak ada ide hahaha...

Ini deh, mau nulis tentang "Setan Budek". Hehehe...bukan, saya nggak mau bikin review tentang film itu kok. Tenang saja saudara-saudara...saya masih normal hehe...Saya cuma jadi makin sebal sama film-film Indonesia. Ditunggu..ditunggu...bukannya tambah bermutu, tapi tambah gila. Sama sekali tidak mencerdaskan kehidupan bangsa.

Heran sekali, sebetulnya apa sih yang ada di otak sutradara, produser, penulis naskah, dan segala antek-antek film-film itu??? Bikin film yang tujuannya sama sekali nggak jelas. Kalopun untuk tujuan komersil, jujur aja, saya rasa sudah banyak yang eneg sama tema yang itu itu aja! Sekarang setan model mana sih yang hari ini belum nongol di layar bioskop?? Mulai dari yang namanya familiar, sampai yang namanya mboh maksud!!! Semua setan se-nusantara ini udah pada diobok-obok sama sineas indonesia (mungkin kecuali wewe gombel. mungkin karena namanya kurang seksi ato ga komersil gitu).

Wuuuh...saya ini berharap, dengan datangnya tahun baru, akan ada pembaruan dalam perfilman di Indonesia. Mbok ya tema cinta, seks, dan setan itu dihapus dari peradaban film Indonesia. udah ENEEEEG tauuuuuu!!! Huh, sebal!!

Huff...tadi bingung mau nulis apa, kok sekarang jadinya marah-marah ya...hehehe..
Ya pokoknya, salah satu harapan saya di tahun ini, semoga film-film ga bermutu itu terhapuskan dari bumi pertiwi ini. MERDEKA!!