Wednesday, April 30, 2008

Libur tlah tiba

Besok libuuur!!! Senangnya...

Jumat masuuuk!! Hehehe...harpitnas alias hari kecepit nasional! Tapi nggak apa-apa...coz:

Sabtu libuuuur lagiiii hehehehe....

Jadi, setelah lama bersumpek-sumpek ria dengan bertumpuk-tumpuk pekerjaan (hiperbol nggak sih??!), Nita merencanakan beberapa kegiatan cuci otak alias refreshing!! *Karena liburan tidak datang setiap saat heheheee*

Kegiatan-kegiatan itu adalah:
  • Ke Pasar Atum!! Waaaa....sudah lamaaaa tidak mengintip toko-toko di sana. Nita mau cari baju, mau cari makanan (hussh!! bukannya makan untuk Tuhan, Nita???). Yep, Nita akan membawa Anton tercinta untuk membantu mengerem nafsu belanja dan nafsu makan ^^ Cara paling simpel: tidak bawa uang banyak-banyak!! Cari barang yang diperlukan saja!
  • Berenang!! Sssttt...Nita tidak bisa renang! Tapi, akhir-akhir ini pengen banget nyemplung ke air. Mungkin karena otak sudah terlalu panas kali ya?? Jadi harus disegarkan dengan air kolam hahaha..!!
  • Ke TP maybe, cari hem buat Anton ^^
  • Ke toko buku, pengennya ke Momentum dan Toga Mas, ato Uranus. Nyari buku rohani&buku komunikasi.
  • Nonton dvd pinjaman dari ILC ^^
  • Dateng ke kawinan temen
  • Koreksi (ini mah bukan cuci otak!!)
  • apalagi yaaah??? any idea??

Yah, semoga liburan kali ini membawa kesegaran baru untukku ^^

Makan untuk Tuhan

Sejak Februari 2007 lalu, aku ikut kuliah di STRIS (Sekolah Theologi Reformed Injili Surabaya). Jangan bayangkan Nita sekolah Alkitab dan mau jadi pendeta. Bukan! Ini sekolah Theologi untuk orang awam. Jadi, siapapun (tidak mengenal batas usia, pekerjaan, asal gereja, dll), asal rindu untuk belajar lebih dalam tentang Firman Tuhan, silakan bergabung di sini. Sekolah ini tidak menjanjikan gelar apa-apa, tapi murid-muridnya pasti dapat berkat rohani yang jauh lebih berharga ketimbang gelar akademik! (ciee...promosi nih)

Sekarang ini aku masuk semester tiga ^^ Karena kesibukan dan lainnya (halah!), tiap semester aku cuman ambil satu mata kuliah hehe...Nggak apa-apa, biar sedikit, tapi lama-lama akan jadi bukit (halah lagi!)...

Nah, semester ini aku ambil mata kuliah Etika Kristen. Etika Kristen lebih banyak membahas masalah-masalah dilematis yang pasti banyak kita temui selama kita hidup. Awalnya, waktu mau ambil kuliah ini, aku berharap akan mendapatkan rumus-rumus pasti, primbon lengkap tentang mana yang boleh dan mana yang nggak boleh. Ternyata sampai menjelang akhir semester (tinggal tiga pertemuan lagi), tidak ada yang namanya rumus pasti dan primbon lengkap.

Sepanjang waktu kuliah yang lalu, sering ada diskusi dan perdebatan tentang contoh-contoh kasus yang diberikan. Pertanyaan kami (mahasiswa) selalu tentang: boleh atau nggak boleh? salah atau nggak? Tapi dosen (Pak Andi&Pak Gito) selalu mengarahkan pada: bagaimana proses pengambilan keputusan itu?

Dulu di awal pertemuan, Pak Gito menjelaskan bahwa Etika Kristen bukan etika situasi (tergantung ini dan itu). Tapi Etika Kristen adalah etika pergumulan. Awalnya aku bingung. Baru akhir-akhir ini aku mulai mengerti...apa maksudnya etika pergumulan. Menurut Pak Andi, Etika Kristen bicara tentang bagaimana kita memandang suatu masalah di dalam terang Firman Tuhan. Untuk bisa mengambil suatu keputusan, kita harus bergumul dengan Tuhan. Tentunya hubungan kita dengan Tuhan menentukan bagaimana proses pergumulan kita. Makin dekat kita dengan Tuhan, makin kita diarahkan Roh Kudus untuk semakin mendekati garis kehendak Tuhan (lama-lama bisa segaris). Intinya, apapun yang kita putuskan dan lakukan itu hanya untuk satu hal: GLORIFY THE LORD!

Ada banyak momen dalam beberapa bulan terakhir, ketika aku dihadapkan pada kondisi pengambilan keputusan. Dan, jujur saja, sejak ambil kelas Etika Kristen ini, aku butuh waktu lebih lama untuk memutuskan sesuatu. Termasuk dalam hal makan ^^



Kok?? Ya, Nita kan cukup terkenal karena kegembulannya. Pengennya makan enak terus, bahkan ketika sudah kenyang! Nah, minggu lalu aku sangat tertegur dengan sebuah ayat dari Roma 14:6b

Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah.

Makanpun kita lakukan untuk Allah, bukan untuk perut. Bukan untuk memuaskan keinginan. Kita makan supaya ada energi untuk beraktivitas, untuk hidup, dan melalui hidup kita, kita memuliakan Tuhan. Jadi, makan bukan untuk senang-senang...hiks...agak berat memang (hehe...)..Sekarang, tiap mau beli makanan, aku selalu berpikir, ini untuk hidupku, atau untuk perutku??

Fuuuh....memang, semakin banyak belajar, semakin banyak pergumulan...dan hidup jadi terasa semakin kompleks...Hahaha...manusia memang maunya yang gampang-gampang!

Tapi aku sama sekali nggak menyesal, karena lewat proses yang kompleks inilah aku sedang dibentuk oleh Penciptaku ^^

Selamat bergumul!

Tuesday, April 29, 2008

Tuhan vs Uang


Akhir bulan atau awal bulan selalu dinantikan para pekerja di seluruh dunia. Termasuk diriku dooong hehehe...

Di kantorku, hari gajian selalu ditandai dengan pembagian amplop coklat yang...*taraaaa* di dalamnya berisi slip gaji. Jadi, mata teman-temen kantorku (sekali lagi, termasuk diriku) selalu berbinar-binar tiap memandang amplop coklat tergeletak di meja.

Bulan ini, PUJI TUHAN, angka di slip gajiku agak beda dari biasanya. Ada tambahan rapel dari bulan lalu. Dan itu berarti gajiku mengalami peningkatan. Tentu hatiku sangat senang hehehe... (dasar manusia!)

Nah, seperti biasa, habis terima gaji....Nita melakukan ritual: mengalokasikan anggaran untuk bulan depan. Dan, seperti biasa juga...ritual ini selalu diakhiri dengan hembusan nafas panjang. Kalian yang sudah kerja, pasti bisa menebak kenapa. Ya! Karena rasanya pengeluaran selalu banyaaaaak...Rasa sukacita karena gajian mulai terkikis karena pada kertas hitungan selalu terlihat tanda - (pengurangan). Hehehe..but, that's life!

Yang aku mau sharing-kan di sini, adalah masalah perpuluhan. Kalau gaji kita makin besar, automatically perpuluhan kita juga makin banyak kan? Harusnya, itu nggak jadi masalah. Toh, gaji naik....Tapi yang namanya manusia, selalu punya kecenderungan cinta uang hiks.. Waktu melihat nominal yang besar untuk alokasi perpuluhan...rasanya emaaaan banget! Selalu ingin bikin excuse, "Tuhan, bulan ini keperluanku juga banyak. Kurangi sedikit, nggak apa-apa ya Tuhan..." Yah, pokoknya rengekan-rengekan semacam itu.

Fuuuh...thank God! Setelah bergumul cukup keras...Minggu kemarin pas kebaktian, aku dikuatkan untuk memberikan perpuluhan tepat pada porsinya, tepat pada waktunya (soalnya sempet berencana nunda minggu depannya lagi). Aku berusaha tidak mengingat lagi besar jumlahnya, pokoknya masukkan amplop...daaan masukkan kantong persembahan! Wuaaah...lega banget waktu amplop itu sudah tercemplungkan ke dalam kantong. Rasanya berhasil mengalahkan sesuatu yang besar banget: cinta uang!

Wuh, kenapa ya kita selalu merasa eman sama uang ya? Bahkan waktu harus dihadapkan antara uang dan Tuhan. Padahal, yang ngasih uang itu kan juga Tuhan. Dan Tuhan cuman minta sepersepuluh. Itupun bukan untuk 'ngasih' Tuhan, tapi sebagai rasa syukur kita padaNya. Tapi betapa seringnya kita jadi sangat pelit pada Tuhan, perhitungan sama Tuhan. Coba bayangkan kalau Tuhan yang perhitungan sama kita...bisa dipastikan kita nggak bisa hidup!!

Pernah menggumulkan hal yang sama? Wanna share?


Tuesday, April 22, 2008

Hujan, Tuhan, dan Bersyukur


Kemarin sore Surabaya diguyur hujan..cukup lama. Yah mungkin efek global warming yang bikin cuaca nggak menentu. Di tengah musim kemarau yang udah jalan beberapa minggu dengan panas yang terik, eh...tiba-tiba mendung menggantung, awan gelap menggulung (ciee..sok puitis..)

Keluar dari Petra, hujan masih rintik-rintik...Tapi masuk kawasan Kutisari, titik-titik hujan makin besar...daaaan jadilah hujan deras! Anton menepi, mau pake jas hujan. Tiba-tiba aku jadi bete. Seharian itu memang aku lagi sakit migraen, pingin cepet-cepet pulang dan istirahat. Tapi kok sekarang malah hujan....Apalagi aku paling anti disuruh pake jas hujan. Udah repot, sumpek juga. "Hujan ini mengganggu," gitu sungutku.

Eeh, ternyata mendekati Nginden hujannya berhenti. Waaah senangnya! Trus kami mampir makan di Bratang, dan mampir rumah Anton karena dia mau ganti jaketnya yang basah kena hujan tadi. Moodku sudah kembali ceria. Dari rumah Anton, kami menuju rumahku...Lewat Pucang...daaaan...hujan kembali menyapa...breeeessss!!!!

Hujan lagi deh..berhenti lagi, pake jas hujan lagi....Moodku bener-bener abis...Kepala udah sakiiit banget...dingiiin juga udaranya....

Singkat kata, aku sampe di rumah dengan selamat. Sambil mandi merenung:


  1. Kok aku jadi bete gara-gara hujan? Kalau hujan kuanggap menyebalkan, berarti aku menyalahkan siapa? Siapa yang menciptakan hujan? Wah, aku jadi ngeri kalo bayangin diriku menyalahkan Tuhan!! Memangnya siapa aku ini, yang sok mau ngatur cuaca: kalo aku capek dan sakit, cuaca harus cerah; kalo aku di rumah dan ngantuk, cuaca harus mendung. Ih, siape elo Nita??

  2. Aku kok sama sekali nggak bersyukur ya? Padahal pas hujan, naik motor, bukan jalan kaki..walopun masih keciprat-ciprat air, tapi kan masih pake jas hujan. Pokoknya masih amanlah. Udah gitu, aku juga dibonceng, bukan aku yang harus melototin jalan dan nyetir di saat jalanan licin.

Yah, dari hal simpel seperti hujan, aku belajar tentang kedaulatan Tuhan dan bersyukur dalam segala situasi. Thank God...


* ayo kerja lagi!!! hehehe...

Thursday, April 17, 2008

Obat Mujarab

Hal paling menyiksa kalo lagi batuk adalah ga bisa tidur semaleman gara-gara 'uhuk uhuk' melulu. Tenggorokan gatel menyiksa, dada sakit gara-gara kontraksi terus...dan buntutnya sengsara pas udah pagi coz tidur nggak nyenyak. Udah gitu orang sekamar ikut nggak bisa tidur gara-gara berisik hehehe..

Nah, untuk mengatasinya (maksudnya, mencegahku ber'uhuk-uhuk' semaleman), mamaku punya obat aneh tapi lumayan mujarab lho! Mau tau apa obatnya? Satu sendok teh: minyak kayu putih + sedikit garam!

Yaiks!!! Hehehe...aku bisa menebak gimana reaksi kalian! Aku juga spontan menolak mentah-mentah kok waktu disodori ramuan itu sama mama. Tapi kata mama itu memang obat mujarabku sejak kecil. Dan hasilnya?? Tiga malam ini aku bisa tidur lebih tenang :) nggak 'uhuk-uhuk' lagi...Malah, kemarin malam, nggak pake disuruh, aku udah siap dengan ramuan mujarabku dan kuminum dengan sukarela sebelum tidur hehehe...

So, wanna try it?

Wednesday, April 16, 2008

Tunduk

Sejak minggu pertama tahun 2008, khotbah Minggu di gereja mengupas eksposisi I Petrus, urut ayat demi ayat. Sejak awal, bapak gembala udah memberikan ancer-ancer kalau tema surat I Petrus ini adalah penderitaan. Hehe...tema yang sangat tidak populer. Tapi begitulah Alkitab, kalau dibandingkan dengan dunia memang kalah populer.



Nah, menginjak ke bagian I Pet 2...mulailah pergumulan pribadi muncul. Dari I Pet 2-3 temanya adalah: KETUNDUKAN. Seorang percaya harus tunduk. Tunduk pada siapa? Ini dia yang susah! Mesti tunduk pada pemerintah, atasan, dan suami.



Poin pertama, tunduk bukanlah hal yang mudah buat setiap orang kan? Pada dasarnya manusia pasti lebih senang untuk jadi tuan atas dirinya sendiri. "I'm free to do whatever I want to do!" Itu adalah slogan fave semua orang. Aturan dan batasan dianggap mengganggu hak asasi manusia.



Poin kedua, tunduk pada otoritas yang baik adalah hal yang mudah. Tapi bagaimana kalau otoritas yang kepadanya kita harus tunduk adalah orang yang kejam, jahat, salah, dan menjengkelkan? Sayang sekali...Alkitab tetap bilang: Tunduk! (baca: I Pet 2:18 & I Pet 3:1).

Nah lho! Bagaimana mungkin kita tunduk pada orang yang jahat? Maunya kan berontak aja? Itulah dunia, cenderung membalas baik dengan baik, jahat dengan jahat. Etika pasif.



Alkitab kembali mengajarkan prinsip yang tidak populer bagi dunia. Tunduk pada otoritas yang sudah ditempatkan Allah di atas kita: lembaga pemerintahan, lembaga keluarga.



Why??



  1. Kita percaya segala sesuatu sudah ditetapkan Allah, dan itu yang terbaik buat kita. Siapapun yang ada di atas kita (jahat atau baik), ada dalam kendali Allah.

  2. Ketundukan kita pada mereka (otoritas di dunia), didasari oleh ketundukan kita kepada Allah (otoritas tertinggi). baca: Kol 3:23

  3. Kalau kita menampakkan hormat dan tindakan baik pada otoritas yang jahat, kita bisa menjadi saksi Allah. Kita harus tampil beda dengan dunia kan? Dengan begitu nama Allah dipermuliakan.

  4. Kalau sudah gituuu...kesempatan untuk memenangkan jiwa dan PI jadi terbuka :)

Well..well..memang bukan hal yang mudah untuk dipraktekkan. Aku juga masih terus bergumul untuk mengaplikasikannya. Apalagi di negara Indonesia yang pemerintahnya kayak gini T.T


Tapi, bagaimanapun FT harus dilakukan ...yak??!! Tuhan Yesus sudah jadi teladan buat kita (baca I Pet 2:21) Semangat!!


sstt...khusus perjuangan untuk taat sama pasangan pria akan jadi sharing di lain kesempatan :p

Monday, April 14, 2008

Batuk!

Penyakit yang satu itu selalu jadi momok buatku. Sejak kecil aku sudah akrab dengan penyakit itu. Masalahnya, kalau batuk sudah menghinggapiku, efeknya pasti nggak biasa-biasa. Ini beberapa kasus yang membuntuti sakit batukku:
Waktu kelas 2 SD, aku batuk parah. Saking semangatnya aku batuk, sampai-sampai pembuluh darah di mataku pecah! Aku masih ingat, ada bercak merah di kornea mataku waktu itu. Kata dokter, kalo bercak itu sampai ke area pupil, aku akan buta sebelah. Thank God! Bercak itu akhirnya berangsur-angsur hilang.
SMA (lupa kelas berapa), suaraku hilang seminggu lebih, sampai nggak bisa ikut latihan Paduan Suara
Kuliah, selesai Internship I, karena sering berada di lingkungan yang penuh asap rokok (wartawan gitu lho!), aku batuk tiada henti selama lebih dari 3 bulan.
Februari 2007, aku kena tonsil faringitis. Parah sekali, terkapar 5 hari di tempat tidur dan tiap kali batuk mengeluarkan riak berupa gumpalan darah (sori).
Kamis, 10 April 2008. Minggu lalu!!! Aku hanya makan beberapa crispy crackers yang berakhir dengaaaan........radang tenggorokan. Lagi!!
Fuuuh..dengan kondisi tenggorokan yang lemah kayak gitu aku memang harus menyatakan HARAM untuk semua jenis snack, makanan dengan gula tidak murni, gorengan dengan minyak jelek...Ya ampun..

uhuk...



So, never offer them to me!